Minggu, 06 Desember 2009

LAPORAN BULAN SEPTEMBER 2009

LAPORAN BULAN SEPTEMBER 2009
SOSIAL MASYARAKAT GP3A/P3A
DAERAH IRIGASI PANYUSUHAN/CITALIB



1. Latar Belakang
Laporan program Wismp Bulan September 2009 yaitu tentang Sosial masyarakat Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib merupakan tindak lanjut dari pendampingan sesuai dengan Kontrak kerja yang harus dipenuhi tentang pembuatan laporan.
Perkembangan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi antara lain diarahkan untuk memperkuat Kelembagaan Pengelola Irigasi (KPI). Oleh karena itu diperlukan instrumen perencanaan yang dapat memberikan masukan positif dalam rangka program penguatan dan pengembangan organisasi P3A/GP3A/IP3A menuju kemandirian pengelolaan irigasi partisipatif Penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI), yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menyelenggarakan sistem irigasi yang efektif dan efisien. Hal ini pemerintah, baik pusat maupun daerah diharuskan untuk menyediakan DPI, sedangkan P3A mempunyai hak dan tanggungjawab mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) dari para anggotanya atas dasar kesepakatan. primer dan sekunder untuk ikut berperan serta dalam pengelolaan irigasi secara lebih luas. Dengan demikian perlu ada kesadaran dari semuanya
Pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi selama ini, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air telah dihadirkan TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) sebagai pendamping petani menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mengingat program pendampingan sangat strategis khususnya kegiatan WISMP dalam rangka pemberdayaan organisasi P3A dan peningkatan pastisipasi dalam pengelolaan irigasi, maka peran dan tanggung jawab TPM menjadi sedemikian besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai media pembaharu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengadaan TPM yaitu untuk menyediakan tenaga pendamping petani yang terlatih guna membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan kepercayaan diri, kemampuan memberdayakan basis potensi sosial, ekonomi, teknis dan budaya serta semangat menumbuh kembangkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi.
Mengingat hal tersebut di atas, maka keberadaan TPM tentunya diharapkan mampu menjawab tantangan kegiatan pendampingan dalam proses pemberdayaan masyarakat
petani pemakai air melalui wadah organisasi P3A. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang sistimatis agar pendampingan oleh TPM untuk pemberdayaan organisasi P3A yang dapat mengarahkan pencapaian tujuan program pendampingan dan pemberdayaan melalui kinerja TPM yang handal dalam menjalankan peran dan fungsi tugasnya.

2. Maksud dan Tujuan
Pelaporan ini yaitu untuk memberikan gambaran secara detail tentang kegiatan pendampingan pada Daerah Irigasi Payusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan selama bulan September dan sebagai upaya TPM untuk pemberdayaan masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/) dalam pelaksanaan kegiatan PPSIP di daerah irigasi. Sesuai dengan tujuan pendampingan yaitu :
- Memperkuat Organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pembentukan, Pengembangan, dan penataan organisasi secara partisipatif dan demokratis sesuai pilihan dan kebutuhannya
- Membangun Mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek pengelolaan sumber daya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama
- Meningkatkan kemampuan teknis, kelembagaan dan ekonomi organisasi P3A/GP3A/IP3A serta pengembangan badan hukum
- Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dalam penyusunan dana pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata Operasi jaringan irigasi
- Meningkatkan partisipasi organisasi pemakai air dalam PPSIP di jaringan primer dan sekunder
- Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader-kader pertanian di lahan beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSIP
- Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan pemerintah, pemerintah Daerah, komiisi irigasi, kelompok pendamping lapangan (KPL)
3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah potret perekonomian GP3A/P3A di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib serta proses pendampingan oleh TPM .
4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan ini mencakup :
Waktu : Bulan September 2009
Wilayah Kerja : Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib salah satu Daerah Irigasi yang kewenangan pengelolaannya dilaksanakan oleh Kabupaten Cianjur, yang meliputi luas areal 813 Ha yang terletak di kecamatan Sukaluyu Cianjur
Materi : Sosial Masyarakat GP3A/P3A di D.I
Cipanyusuhan/Citalib

5. URAIAN KEGIATAN
TPM Dalam melaksanakan kegiatan pendampingan pada bulan September 2009 melakukan koordinasi dan pendataan tentang Sosial dengan 4 Kepala Desa yaitu :
1. Kepala Desa Mekarjaya
2. Kepala Desa Sukaluyu Luas
3. Kepala Desa Cipanyusuhan
4. Kepala Desa Sukamulya

1. Tingkat Swadaya Masyarakat
Tingkat swadaya petani masih sangat potensial untuk digerakkan. Namun tingkat swadana perlu mendapat perhatian dikarenakan masih belum tumbuhnya kesadaran dalam pengelolaan irigasi yang partisipatif. Kondisi geografis yang menempatlkan lokasi Daerah Panyusuhan/Citalib di Sukaluyu Cianjur sangat kental dari kondisi kultur masyarakat transisi yang dapat dikatakan bahwa swadaya masyarakat merupakan hal yang hampir hilang kecuali ada kepentingan langsung dari masyarakat terhadap sebuah kegiatan. Ditambah tingkat iuran petani yang mengecil setiap waktunya. Namun itu semua kembali kepada kondisi sumber air yang tidak menentu debitnya serta kondisi bendung yang hingga saat ini perlu rehabilitasi. Sehingga tidak akan sebanding antara penarikan iuran yang dikenakan pada petani dengan ketersediaan air pada saluran irigasi.

2. Hubungan Kemasyarakatan/Gotong Royong
Mengenai hubungan kemasyarakatan khususnya tingkat gotong royong cukup bagus. Terbukti dari setiap penanganan kegiatan pemeliharaan masih melibatkan banyak anggota ataupun petani. Dari masyarakat petani yang berada di hulu, tengah maupun hilir selalu melakukan interaksi sehingga terjalin hubungan yang baik.
Rasa kekeluargaan yang sangat tinggi di lingkungan masyarakat daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib patut menjadi contoh karena masyarakat cenderung peduli ketika harus mengerjakan saluran demi kepentingan umum.

3. Tingkat Pendidikan
Untuk tingkat pendidikan Petan i rata-rata menyelesaikan bangku Sekolah Dasar dan Ada juga sampai tingkat SMP. Namun untuk anggota keluarga mereka (anak ) kebanyakan telah menyelesaikan SMU, namun tidak terlalu berminat untuk melanjutkan kegiatan orang tuanya, bahkan kebanyakan berurbanisasi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Anggota dan pengurus IP3A/GP3A/P3A didominasi oleh golongan orang tua sehingga tingkat pendidikan relatif masih rendah.

Tabel Tingkat Pendidikan Petani DI Panyusuhan/Citalib
No Mitra Cai SD
(%) SMP
(%) SMU
(%) S1
(%)
1 GP3A WALATRA SUKALUYU 30 40 30 0
2 P3A Gemah Rimah Desa Mekarjaya 25 40 30 0
3 P3A Saluyu Desa Sukaluyu
25 35 40 0
4 P3A Mekar Mulya Desa Sukamulya 25 35 40 0
5 P3A Repeh Rapih Desa Panyusuhan
25 35 40 0

4. Potensi Sumber Daya Lokal
Kondisi Sosial masyarakat petani di daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dilihat dari sudut pandang di lingkungan sekitar merupakan masyarakat yang mempunyai rasa social yang sangat tinggi sehingga kondisi masyarakat disekitar daerah Irigasi Panyusuhan/Citalin relative aman dan terkendali.

















KESIMPULAN
a. Pendataan tentang Sosial masyarakat GP3A/P3A dari mulai tingkat pendidikan, kepedulian social salah satu bukti nyata Tugas kerja TPM di lapangan pada bulan September 2009
b. Adanya singkronisasi desa dengan GP3A/P3A sehingga data mudah didapat
c. Perlu dipertahankan kondisi yang dinamis dan relative terkendali

Laporan ini merupakan gambaran kerja pendampingan TPM di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib pada bulan September 2009.

Demikian laporan ini dibuat , besar harapan apa yang telah saya gambarkan diatas dapat memberikan pengetahuan agar diketahui bahwa GP3A di daerah Irigasi Panyusuhan/ Citalib tetap ada dan berjalan bersama GP3A seluruh kabupaten Cianjur.

Cianjur, September 2009
TPM D.I Cipanyusuhan/Citalib


Yudi Hermawan