Minggu, 06 Desember 2009

LAPORAN BULAN SEPTEMBER 2009

LAPORAN BULAN SEPTEMBER 2009
SOSIAL MASYARAKAT GP3A/P3A
DAERAH IRIGASI PANYUSUHAN/CITALIB



1. Latar Belakang
Laporan program Wismp Bulan September 2009 yaitu tentang Sosial masyarakat Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib merupakan tindak lanjut dari pendampingan sesuai dengan Kontrak kerja yang harus dipenuhi tentang pembuatan laporan.
Perkembangan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi antara lain diarahkan untuk memperkuat Kelembagaan Pengelola Irigasi (KPI). Oleh karena itu diperlukan instrumen perencanaan yang dapat memberikan masukan positif dalam rangka program penguatan dan pengembangan organisasi P3A/GP3A/IP3A menuju kemandirian pengelolaan irigasi partisipatif Penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI), yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menyelenggarakan sistem irigasi yang efektif dan efisien. Hal ini pemerintah, baik pusat maupun daerah diharuskan untuk menyediakan DPI, sedangkan P3A mempunyai hak dan tanggungjawab mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) dari para anggotanya atas dasar kesepakatan. primer dan sekunder untuk ikut berperan serta dalam pengelolaan irigasi secara lebih luas. Dengan demikian perlu ada kesadaran dari semuanya
Pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi selama ini, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air telah dihadirkan TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) sebagai pendamping petani menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mengingat program pendampingan sangat strategis khususnya kegiatan WISMP dalam rangka pemberdayaan organisasi P3A dan peningkatan pastisipasi dalam pengelolaan irigasi, maka peran dan tanggung jawab TPM menjadi sedemikian besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai media pembaharu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengadaan TPM yaitu untuk menyediakan tenaga pendamping petani yang terlatih guna membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan kepercayaan diri, kemampuan memberdayakan basis potensi sosial, ekonomi, teknis dan budaya serta semangat menumbuh kembangkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi.
Mengingat hal tersebut di atas, maka keberadaan TPM tentunya diharapkan mampu menjawab tantangan kegiatan pendampingan dalam proses pemberdayaan masyarakat
petani pemakai air melalui wadah organisasi P3A. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang sistimatis agar pendampingan oleh TPM untuk pemberdayaan organisasi P3A yang dapat mengarahkan pencapaian tujuan program pendampingan dan pemberdayaan melalui kinerja TPM yang handal dalam menjalankan peran dan fungsi tugasnya.

2. Maksud dan Tujuan
Pelaporan ini yaitu untuk memberikan gambaran secara detail tentang kegiatan pendampingan pada Daerah Irigasi Payusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan selama bulan September dan sebagai upaya TPM untuk pemberdayaan masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/) dalam pelaksanaan kegiatan PPSIP di daerah irigasi. Sesuai dengan tujuan pendampingan yaitu :
- Memperkuat Organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pembentukan, Pengembangan, dan penataan organisasi secara partisipatif dan demokratis sesuai pilihan dan kebutuhannya
- Membangun Mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek pengelolaan sumber daya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama
- Meningkatkan kemampuan teknis, kelembagaan dan ekonomi organisasi P3A/GP3A/IP3A serta pengembangan badan hukum
- Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dalam penyusunan dana pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata Operasi jaringan irigasi
- Meningkatkan partisipasi organisasi pemakai air dalam PPSIP di jaringan primer dan sekunder
- Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader-kader pertanian di lahan beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSIP
- Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan pemerintah, pemerintah Daerah, komiisi irigasi, kelompok pendamping lapangan (KPL)
3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah potret perekonomian GP3A/P3A di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib serta proses pendampingan oleh TPM .
4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan ini mencakup :
Waktu : Bulan September 2009
Wilayah Kerja : Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib salah satu Daerah Irigasi yang kewenangan pengelolaannya dilaksanakan oleh Kabupaten Cianjur, yang meliputi luas areal 813 Ha yang terletak di kecamatan Sukaluyu Cianjur
Materi : Sosial Masyarakat GP3A/P3A di D.I
Cipanyusuhan/Citalib

5. URAIAN KEGIATAN
TPM Dalam melaksanakan kegiatan pendampingan pada bulan September 2009 melakukan koordinasi dan pendataan tentang Sosial dengan 4 Kepala Desa yaitu :
1. Kepala Desa Mekarjaya
2. Kepala Desa Sukaluyu Luas
3. Kepala Desa Cipanyusuhan
4. Kepala Desa Sukamulya

1. Tingkat Swadaya Masyarakat
Tingkat swadaya petani masih sangat potensial untuk digerakkan. Namun tingkat swadana perlu mendapat perhatian dikarenakan masih belum tumbuhnya kesadaran dalam pengelolaan irigasi yang partisipatif. Kondisi geografis yang menempatlkan lokasi Daerah Panyusuhan/Citalib di Sukaluyu Cianjur sangat kental dari kondisi kultur masyarakat transisi yang dapat dikatakan bahwa swadaya masyarakat merupakan hal yang hampir hilang kecuali ada kepentingan langsung dari masyarakat terhadap sebuah kegiatan. Ditambah tingkat iuran petani yang mengecil setiap waktunya. Namun itu semua kembali kepada kondisi sumber air yang tidak menentu debitnya serta kondisi bendung yang hingga saat ini perlu rehabilitasi. Sehingga tidak akan sebanding antara penarikan iuran yang dikenakan pada petani dengan ketersediaan air pada saluran irigasi.

2. Hubungan Kemasyarakatan/Gotong Royong
Mengenai hubungan kemasyarakatan khususnya tingkat gotong royong cukup bagus. Terbukti dari setiap penanganan kegiatan pemeliharaan masih melibatkan banyak anggota ataupun petani. Dari masyarakat petani yang berada di hulu, tengah maupun hilir selalu melakukan interaksi sehingga terjalin hubungan yang baik.
Rasa kekeluargaan yang sangat tinggi di lingkungan masyarakat daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib patut menjadi contoh karena masyarakat cenderung peduli ketika harus mengerjakan saluran demi kepentingan umum.

3. Tingkat Pendidikan
Untuk tingkat pendidikan Petan i rata-rata menyelesaikan bangku Sekolah Dasar dan Ada juga sampai tingkat SMP. Namun untuk anggota keluarga mereka (anak ) kebanyakan telah menyelesaikan SMU, namun tidak terlalu berminat untuk melanjutkan kegiatan orang tuanya, bahkan kebanyakan berurbanisasi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Anggota dan pengurus IP3A/GP3A/P3A didominasi oleh golongan orang tua sehingga tingkat pendidikan relatif masih rendah.

Tabel Tingkat Pendidikan Petani DI Panyusuhan/Citalib
No Mitra Cai SD
(%) SMP
(%) SMU
(%) S1
(%)
1 GP3A WALATRA SUKALUYU 30 40 30 0
2 P3A Gemah Rimah Desa Mekarjaya 25 40 30 0
3 P3A Saluyu Desa Sukaluyu
25 35 40 0
4 P3A Mekar Mulya Desa Sukamulya 25 35 40 0
5 P3A Repeh Rapih Desa Panyusuhan
25 35 40 0

4. Potensi Sumber Daya Lokal
Kondisi Sosial masyarakat petani di daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dilihat dari sudut pandang di lingkungan sekitar merupakan masyarakat yang mempunyai rasa social yang sangat tinggi sehingga kondisi masyarakat disekitar daerah Irigasi Panyusuhan/Citalin relative aman dan terkendali.

















KESIMPULAN
a. Pendataan tentang Sosial masyarakat GP3A/P3A dari mulai tingkat pendidikan, kepedulian social salah satu bukti nyata Tugas kerja TPM di lapangan pada bulan September 2009
b. Adanya singkronisasi desa dengan GP3A/P3A sehingga data mudah didapat
c. Perlu dipertahankan kondisi yang dinamis dan relative terkendali

Laporan ini merupakan gambaran kerja pendampingan TPM di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib pada bulan September 2009.

Demikian laporan ini dibuat , besar harapan apa yang telah saya gambarkan diatas dapat memberikan pengetahuan agar diketahui bahwa GP3A di daerah Irigasi Panyusuhan/ Citalib tetap ada dan berjalan bersama GP3A seluruh kabupaten Cianjur.

Cianjur, September 2009
TPM D.I Cipanyusuhan/Citalib


Yudi Hermawan

LAPORAN BULAN AGUSTUS 2009

LAPORAN BULAN AGUSTUS 2009
EKONOMI GP3A/P3A
DAERAH IRIGASI PANYUSUHAN/CITALIB



1. Latar Belakang
Laporan program Wismp Bulan Agustus 2009 yaitu tentang Ekonomi masyarakat Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib merupakan tindak lanjut dari pendampingan sesuai dengan Kontrak kerja yang harus dipenuhi tentang pembuatan laporan.
Perkembangan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi antara lain diarahkan untuk memperkuat Kelembagaan Pengelola Irigasi (KPI). Oleh karena itu diperlukan instrumen perencanaan yang dapat memberikan masukan positif dalam rangka program penguatan dan pengembangan organisasi P3A/GP3A/IP3A menuju kemandirian pengelolaan irigasi partisipatif Penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI), yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menyelenggarakan sistem irigasi yang efektif dan efisien. Hal ini pemerintah, baik pusat maupun daerah diharuskan untuk menyediakan DPI, sedangkan P3A mempunyai hak dan tanggungjawab mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) dari para anggotanya atas dasar kesepakatan. primer dan sekunder untuk ikut berperan serta dalam pengelolaan irigasi secara lebih luas. Dengan demikian perlu ada kesadaran dari semuanya
Pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi selama ini, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air telah dihadirkan TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) sebagai pendamping petani menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mengingat program pendampingan sangat strategis khususnya kegiatan WISMP dalam rangka pemberdayaan organisasi P3A dan peningkatan pastisipasi dalam pengelolaan irigasi, maka peran dan tanggung jawab TPM menjadi sedemikian besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai media pembaharu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengadaan TPM yaitu untuk menyediakan tenaga pendamping petani yang terlatih guna membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan kepercayaan diri, kemampuan memberdayakan basis potensi sosial, ekonomi, teknis dan budaya serta semangat menumbuh kembangkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi.
Mengingat hal tersebut di atas, maka keberadaan TPM tentunya diharapkan mampu menjawab tantangan kegiatan pendampingan dalam proses pemberdayaan masyarakat
petani pemakai air melalui wadah organisasi P3A. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang sistimatis agar pendampingan oleh TPM untuk pemberdayaan organisasi P3A yang dapat mengarahkan pencapaian tujuan program pendampingan dan pemberdayaan melalui kinerja TPM yang handal dalam menjalankan peran dan fungsi tugasnya.



2. Maksud dan Tujuan
Pelaporan ini yaitu untuk memberikan gambaran secara detail tentang kegiatan pendampingan pada Daerah Irigasi Payusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan selama bulan Agustus dan sebagai upaya TPM untuk pemberdayaan masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/) dalam pelaksanaan kegiatan PPSIP di daerah irigasi. Sesuai dengan tujuan pendampingan yaitu :
- Memperkuat Organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pembentukan, Pengembangan, dan penataan organisasi secara partisipatif dan demokratis sesuai pilihan dan kebutuhannya
- Membangun Mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek pengelolaan sumber daya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama
- Meningkatkan kemampuan teknis, kelembagaan dan ekonomi organisasi P3A/GP3A/IP3A serta pengembangan badan hukum
- Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dalam penyusunan dana pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata Operasi jaringan irigasi
- Meningkatkan partisipasi organisasi pemakai air dalam PPSIP di jaringan primer dan sekunder
- Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader-kader pertanian di lahan beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSIP
- Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan pemerintah, pemerintah Daerah, komiisi irigasi, kelompok pendamping lapangan (KPL)
3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah potret perekonomian GP3A/P3A di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib serta proses pendampingan oleh TPM .
4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan ini mencakup :
Waktu : Bulan Agustus Tahun 2009
Wilayah Kerja : Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib salah satu Daerah Irigasi yang kewenangan pengelolaannya dilaksanakan oleh Kabupaten Cianjur, yang meliputi luas areal 813 Ha yang terletak di kecamatan Sukaluyu Cianjur
Materi : Perekonomian Masyarakat GP3A/P3A di D.I
Cipanyusuhan/Citalib


5. URAIAN KEGIATAN
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan pada bulan Agustus 2009 melakukan koordinasi dan pendataan tentang ekonomi dengan 4 Kepala Desa yaitu :
1. Kepala Desa Mekarjaya
2. Kepala Desa Sukaluyu Luas
3. Kepala Desa Cipanyusuhan
4. Kepala Desa Sukamulya

1. Tingkat Pendidikan
Untuk tingkat pendidikan Petani rata-rata menyelesaikan bangku Sekolah Dasar dan Ada juga sampai tingkat SMP. Namun untuk anggota keluarga mereka (anak ) kebanyakan telah menyelesaikan SMU, namun tidak terlalu berminat untuk melanjutkan kegiatan orang tuanya, bahkan kebanyakan berurbanisasi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Anggota dan pengurus IP3A/GP3A/P3A didominasi oleh golongan orang tua sehingga tingkat pendidikan relatif masih rendah.
Tabel Tingkat Pendidikan Petani DI Panyusuhan/Citalib
No Mitra Cai SD
(%) SMP
(%) SMU
(%) S1
(%)
1 GP3A WALATRA SUKALUYU 30 40 30 0
2 P3A Gemah Rimah Desa Mekarjaya 25 40 30 0
3 P3A Saluyu Desa Sukaluyu
25 35 40 0
4 P3A Mekar Mulya Desa Sukamulya 25 35 40 0
5 P3A Repeh Rapih Desa Panyusuhan
25 35 40 0


2. Status Kepemilikan lahan
Status kepemilikan lahan di daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dapat dilihat dari status petaninya yang terdiri dari petani pemilik, pemilik penggarap, dan petani penggarap
Tabel Status Kepemilikan Lahan
NO STATUS PETANI PROSENTASE (%)
1 Pemilik 25
2 Pemilik Penggarap 50
3 Penggarap 15
4 Penyewa 10
Jumlah 100
Sumber : hasil survey dan wawancara dengan Ketua GP3A
Ket : Pemilik adalah petani yang memiliki lahan tapi tidak digarap sendiri
Pemilik Penggarap adalah Pemilik sekaligus penggarap
Penggarap adalah tidak memiliki lahan tetapi punya lahan garapan

Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah petani yang memiliki lahan sekaligus menggarap lahannya sekitar 50 % dari total lahan garapan sementara prosentase terkecil adalah Penyewa dengan kepemilikian lahan 10 % artinya bahwa dari data tersebut sekitar 95 % lahan persawahan dimiliki oleh masyarakat daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib sementara lahan yang dimiliki oleh orang diluar Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib hanya berjumlah 5 %.

3. Struktur Mata Pencaharian Petani
Struktur mata pencaharian petani daerah irigasi Panyusuhan/Citalib dapat dilihat dari struktur kepemilikan lahan serta jenis dari sumber penghasilan/ pendapatan petani.


Tabel Struktur Mata Pencaharian masyarakat
Jenis Mata Pencaharian Jumlah
(%) Keterangan
Petani 55 Ada beberapa katagori petani
Pedagang 25
Pegawai 10 Swasta dan PNS
Buruh Pabrik/Industri 5








4. Potensi Sumber Daya Lokal
Kondisi ekonomi masyarakat petani di daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dilihat dari sisi luas areal seharusnya termasuk petani yang memiliki tingkat pendapatan tinggi, tetapi jka melihat dari status petani yang lebih banyak sebagai petani penggarap maka petani merupakan buruh tani yang mengandalkan pendapatannya dari upah sebagai petani.
Secara umum kondisi ekonomi masyarakat petani daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dapat dilihat dari berbagai sisi :
Tingkat pendapatan petani Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib tergolong cukup karena status mereka sebagian besar adalah pemilik penggarap selain itu untuk banyak dari petani di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib selain status mereka sebagai Petani mereka juga merupakan pensiunan PNS Guru atau pegawai swasta yang memiliki penghasilan tetap. Untuk menggali potensi ekonomi bidang pertanian banyak petani yang menambah penghasilannya dari melalukan intesifikasi dan divesifikasi pertanian.

















5. Analisis Usaha Tani Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib
A. Biaya Produksi
No Uraian Biaya Produksi Total
Unit Vol Harga Nilai
1 Benih Kg 25 5000 125000 125000
2 Pupuk Kimia
a. Urea
b. TSP
c. KCL
Kg
Kg
Kg
200
125
75
1500
2000
2000
300000
250000
150000


700000
3 Peptisida Botol 10 35000 350000 350000
4 Tenaga Kerja
P Pengolahan tanah
Traktor
Semai dan tanam
Penyiangan
Pemupukan
a. Penyemprotan
b. Pemanenan HOKP
Hari

HOKW
HOKW
HOKP
HOKP
KG 30
1

50
25
4
2
6000 15000
700000

12000
12000
15000
15000
150 450000
700000

600000
300000
60000
30000
900000






3040000
TOTAL 4215000

B. Pendapatan Permusim Tanam
Pendapatan Jumlah Satuan Harga Satuan Total
Hasil Panen 6000 Kg 2050 12300000
Biaya Produksi 4215000
Total Pendapatan 8085000




Analisis tentang Aspek Ekonomi yang terdiri dari :
Penggunaan Lahan Unit P3A Gemah Rimah Desa Mekarjaya
Komoditas Jumlah Petani Waktu
Padi Sawah 175 Orang Juli- September
Mentimun - -
Palawija - -
Lainnya - -

Penggunaan Lahan Unit P3A Saluyu Desa Sukaluyu
Komoditas Jumlah Petani Waktu
Padi Sawah 200 Orang Juli- September
Mentimun - -
Palawija - -
Lainnya - -

Penggunaan Lahan Unit P3A Repeh Rapih Desa Panyusuhan
Komoditas Jumlah Petani Waktu
Padi Sawah 143 Orang Juli- September
Mentimun - -
Palawija - -
Lainnya - -

Penggunaan Lahan Unit P3A Mekar Mulya Desa Sukamulya
Komoditas Jumlah Petani Waktu
Padi Sawah 133 Orang Juli- September
Mentimun - -
Palawija - -
Lainnya - -








Informasi yang didapat oleh para petani yaitu :

1. Informasi Komoditas dan teknis Budidaya tanaman, untuk setiap unit sama, dimana informasi tersebut didapat dari PPL dan tokoh tani meski tidak disertai dengan bimbingan teknis serta jaminan pasar di lapangan karena sebagian besar petani melaksanakan usaha tani berdasar pengalaman yang turun temurun.

2. Informasi pemasaran dan jaminan pasar untuk setiap unit sama, dimana pemasaran masih dilakukan perorangan melalui tengkulak,

3. kontrak kerja sama pemasaran hasil tani belum pernah dilakukan, dan pemasaran masih dalam bentuk bahan mentah dan setengah jadi
















KESIMPULAN
a. Pendataan tentang ekonomi masyarakat GP3A/P3A dari mulai tingkat pendidikan, kepemilikan sawah sampai tingkat panen sudah dilaksanakan salah satu bukti nyata Tugas kerja TPM di lapangan pada bulan Agustus 2009
b. Adanya singkronisasi desa dengan GP3A/P3A sehingga data mudah didapat
c. perlu diorganisir dan memberikan bantuan penyuluhan pada GP3A/P3A agar lebih terencana, tertata dan lebih memberikan dampak bagi petani itu sendiri.
Laporan ini merupakan gambaran kerja pendampingan TPM di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib pada bulan Agustus 2009.
Demikian laporan ini dibuat , semoga apa yang telah saya gambarkan diatas dapat memberikan pengetahuan agar diketahui bahwa GP3A di daerah Irigasi Panyusuhan/ Citalib tetap ada dan berjalan bersama GP3A seluruh kabupaten Cianjur.

Cianjur, Agustus 2009
TPM D.I Cipanyusuhan/Citalib


Yudi Hermawan

LAPORAN TPM DAERAH IRIGAI PANYUSUHAN BULAN JULI 2009

LAPORAN BULAN JULI 2009
KELEMBAGAAN GP3A/P3A
DAERAH IRIGASI PANYUSUHAN/CITALIB


A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Laporan program Wismp Bulan Juli yaitu Kelembagaan merupakan tindak lanjut dari pendampingan sesuai dengan Kontrak kerja yang harus dipenuhi tentang pembuatan laporan.
Perkembangan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi antara lain diarahkan untuk memperkuat Kelembagaan Pengelola Irigasi (KPI). Salah satu KPI yang perlu ditingkatkan kapasitasnya adalah organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A/IP3A) pada tingkat daerah irigasi. Penguatan dan pengembangan organisasi P3A/GP3A/IP3A perlu didasarkan pada perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan dan kondisi setempat. Oleh karena itu diperlukan instrumen perencanaan yang dapat memberikan masukan positif dalam rangka program penguatan dan pengembangan organisasi P3A/GP3A/IP3A menuju kemandirian pengelolaan irigasi partisipatif Penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI), yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menyelenggarakan sistem irigasi yang efektif dan efisien. Hal ini pemerintah, baik pusat maupun daerah diharuskan untuk menyediakan DPI, sedangkan P3A mempunyai hak dan tanggungjawab mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) dari para anggotanya atas dasar kesepakatan. primer dan sekunder untuk ikut berperan serta dalam pengelolaan irigasi secara lebih luas. Dengan demikian perlu ada kesadaran dari semuanya
Pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi selama ini, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air telah dihadirkan TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) sebagai pendamping petani menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mengingat program pendampingan sangat strategis khususnya kegiatan WISMP dalam rangka pemberdayaan organisasi P3A dan peningkatan pasrtisipasi dalam pengelolaan irigasi, maka peran dan tanggung jawab TPM menjadi sedemikian besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai media pembaharu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengadaan TPM yaitu untuk menyediakan tenaga pendamping petani yang terlatih guna membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan kepercayaan diri, kemampuan memberdayakan basis potensi sosial, ekonomi, teknis dan budaya serta semangat menumbuhkembangkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi.
Mengingat hal tersebut di atas, maka keberadaan TPM tentunya diharapkan mampu menjawab tantangan kegiatan pendampingan dalam proses pemberdayaan masyarakat
petani pemakai air melalui wadah organisasi P3A. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang sistimatis agar pendampingan oleh TPM untuk pemberdayaan organisasi P3A yang dapat mengarahkan pencapaian tujuan program pendampingan dan pemberdayaan melalui kinerja TPM yang handal dalam menjalankan peran dan fungsi tugasnya.


2. Maksud dan Tujuan
Pelaporan ini yaitu untuk memberikan gambaran secara detail tentang kegiatan pendampingan pada Daerah Irigasi Payusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan selama bulan Juli dan sebagai upaya TPM untuk pemberdayaan masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/) dalam pelaksanaan kegiatan PPSIP di daerah irigasi. Sesuai dengan tujuan pendampingan yaitu :
- Memperkuat Organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pembentukan, Pengembangan, dan penataan organisasi secara partisipatif dan demokratis sesuai pilihan dan kebutuhannya
- Membangun Mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek pengelolaan sumber daya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama
- Meningkatkan kemampuan teknis, kelembagaan dan ekonomi organisasi P3A/GP3A/IP3A serta pengembangan badan hukum
- Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dalam penyusunan dana pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata Operasi jaringan irigasi
- Meningkatkan partisipasi organisasi pemakai air dalam PPSIP di jaringan primer dan sekunder
- Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader-kader pertanian di lahan beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSIP
- Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan pemerintah, pemerintah Daerah, komiisi irigasi, kelompok pendamping lapangan (KPL)

3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah potret gambaran awal kondisi kelembagaan GP3A/P3A di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib serta proses pendampingan oleh TPM serta serta pembentukan/penyegaran kembali organisasi GP3A/P3A yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan dalam pembentukan organisasi P3A/GP3A dalam pengembangan dan pengelolaan irigasi secara lebih mandiri, partisipatif dan berkelanjutan.

4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan ini mencakup :
Waktu : Bulan Juli Tahun 2009
Wilayah Kerja : Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib salah satu Daerah Irigasi yang kewenangan pengelolaannya dilaksanakan oleh Kabupaten Cianjur, yang meliputi luas areal 813 Ha yang terletak di kecamatan Sukaluyu Cianjur
Materi : Gambaran Organisasi GP3A/P3A di D.I Cipanyusuhan/Citalib


5 URAIAN KEGIATAN
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan pada bulan juli 2009 melakukan koordinasi dengan 4 Kepala Desa yaitu :
1. Kepala Desa Mekarjaya
2. Kepala Desa Sukaluyu Luas
3. Kepala Desa Cipanyusuhan
4. Kepala Desa Sukamulya
Sepakat Untuk kelembagaan GP3A/P3A di Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib perlu dibentuk kembali karena sangat perlu adanya pembenahan, dikarenakan GP3A Mitra Cai yang telah dibentuk tidak berjalan sedangkan P3A seakan tidak ada induk untuk mengarahkannya, maka oleh sebab itu perlu adanya pemilihan kembali GP3A harus segera dilaksanakan.
Akhirnya Pembentukan GP3A / P3A di Daerah Irigasi Panyusuhan dilaksanakan pada
Hari/Tanggal : Jum’at, 17 Juli 2009
Waktu : Jam 14.00 s.d Selesai
Tempat : Aula Desa Panyusuhan Kecamatan Sukaluyu Cianjur
Acara : Pembentukan dan Penyegaran Kembali Kepengurusan GP3A/P3A Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib
Dengan system yang digunakan pemilihan langsung dengan 4 calon dari setiap desa yang bersangkutan.
Para Calon Ketua GP3A antara lain :
1. Wawan
2. Komar
3. Ujang Supriadi
4. Entang Sukma

Dan terpilih dari ke 4 calon tersebut menjadi pengurus GP3A Walatra Sukaluyu dengan susunan kepengurusannya sebagai berikut :
Pengurus GP3A Walatra Sukaluyu Periode 2009 s.d 2014 antara lain :


STRUKTUR ORGANISASI GP3A WALATRA SUKALUYU

Daerah Irigasi : Cipanyusuhan/Citalib
Sumber Air : Kali Cianjur
Luas Areal : 813 Ha.
Desa : Mekarjaya, Panyusuhan, Sukaluyu dan Sukamulya
Ketua : Wawan
Wakil Ketua : Komar
Sekertaris : Ujang Supriadi
Bendahara : Entang Sukma Perhasta
Unit P3A : 4 Unit
1. P3A Gemah Rimah Desa Mekarjaya
Ketua : Ukas
Sekertaris : Bah Pei
Bendahara : H. Sulaeman
Alamat : Kp. Pasar Kemis RT. 02 Rw. 01 Desa Mekarjaya
2. P3A Saluyu Desa Sukaluyu
Ketua : H. Mahdi
Sekertaris : Yuyun
Bendahara : H. Adang
Alamat : Kp. Rawa Panjang RT. 03 Rw. 06 Desa Sukaluyu


3. P3A Mekar Mulya Desa Sukamulya
Ketua : H. Hasan
Sekertaris : Tatang
Bendahara : Iskandar
Alamat : Kp. Singa Sari RT. 01 Rw. 09 Desa Sukamulya
4. P3A Repeh Rapih Desa Panyusuhan
Ketua : H. Dayat
Sekertaris : Jaka
Bendahara : Koya
Alamat : Kp. Gintung RT. 03 Rw. 05 Desa Panyusuhan

Berita Acara dan Daftar Hadir Terlampir

Untuk lebih meningkatkan kelembagaan di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dibutuhkan upaya yang lebih nyata lagi agar terwujud sebuah lembaga/organisasi yang mandiri serta dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pelaksanaan pengolalaan irigasi partisipatif.

PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF SOLUSI
1. Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan dalam pengelolaan Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib adalah :
1. Kepengurusan GP3A/P3A baru terbentuk
2. Tidak ada nya dana BOP sehingga tidak maksimalnya pemeliharaan irigasi
3. Belum mempunyai secretariat
4. Belum mempunyai Badan Hukum
2. Alternatif Solusi.
Beberapa solusi yang dapat kita coba rencanakan adalah :
1. Memaksimalkan Kepengurusan GP3A/P3A yang baru terbentuk agar lebih aktif
2. Melakukan Koordinasi dengan instansi terkait khususnaya Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur.
3. Membuat Proposal ke Instansi Terkait
4. Adanya Badan Hukum yang memperkuat peran P3A/GP3A diajukan pada Dinas Pertanian kabupaten Cianjur

KESIMPULAN
a. Pembentukan Kepengurusan GP3A/P3A sudah dilaksanakan salah satu bukti nyata Tugas kerja TPM di lapangan pada bulan juli 2009
b. Adanya singkronisasi desa dengan GP3A/P3A
c. perlu diorganisir dan memberikan bantuan penyuluhan pada GP3A/P3A agar lebih terencana, tertata dan lebih memberikan dampak bagi petani itu sendiri.
Laporan ini merupakan gambaran kerja pendampingan TPM di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib pada bulan Juli 2009 dan dalam pemberdayaan organisasi P3A/GP3A perlu adanya perubahan yang signifikan sehingga pola organisasi yang ada bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Demikian laporan ini dibuat , semoga apa yang telah saya gambarkan diatas dapat memberikan pengetahuan agar diketahui bahwa GP3A di daerah Irigasi Panyusuhan/ Citalib tetap ada dan berjalan bersama GP3A seluruh kabupaten Cianjur.

Cianjur, Juli 2009
TPM D.I Cipanyusuhan/Citalib


Yudi Hermawan

Laporan Bulan Juni 2009

LAPORAN BULAN JUNI 2009
VERIFIKASI LAPANGAN TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT
DAERAH IRIGASI PANYUSUHAN/CITALIB


A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kegiatan Wismp Tahun 2009/2010 yang dimulai bulan Juni merupakan tindak lanjut dari pendampingan yang yang telah dilaksanakan sejak tahun 2006, 2007 dan 2008
Penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI), yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menyelenggarakan sistem irigasi yang efektif dan efisien. Hal ini pemerintah, baik pusat maupun daerah diharuskan untuk menyediakan DPI, sedangkan P3A mempunyai hak dan tanggungjawab mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) dari para anggotanya atas dasar kesepakatan. primer dan sekunder untuk ikut berperan serta dalam pengelolaan irigasi secara lebih luas. Dengan demikian perlu ada kesadaran dari semuanya
Pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi selama ini, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air telah dihadirkan TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) sebagai pendamping petani menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mengingat program pendampingan sangat strategis khususnya kegiatan WISMP dalam rangka pemberdayaan organisasi P3A dan peningkatan pasrtisipasi dalam pengelolaan irigasi, maka peran dan tanggung jawab TPM menjadi sedemikian besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai media pembaharu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengadaan TPM yaitu untuk menyediakan tenaga pendamping petani yang terlatih guna membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan kepercayaan diri, kemampuan memberdayakan basis potensi sosial, ekonomi, teknis dan budaya serta semangat menumbuhkembangkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi.
Mengingat hal tersebut di atas, maka keberadaan TPM tentunya diharapkan mampu menjawab tantangan kegiatan pendampingan dalam proses pemberdayaan masyarakat

petani pemakai air melalui wadah organisasi P3A. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang sistimatis agar pendampingan oleh TPM untuk pemberdayaan organisasi P3A yang
dapat mengarahkan pencapaian tujuan program pendampingan dan pemberdayaan melalui kinerja TPM yang handal dalam menjalankan peran dan fungsi tugasnya.

2. Maksud dan Tujuan
Pelaporan ini yaitu untuk memberikan gambaran secara detail dari kegiatan awal pelaksanaan pendampingan pada Daerah Irigasi Payusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan selama bulan Juni dan sebagai upaya TPM untuk pemberdayaan masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/) dalam pelaksanaan kegiatan PPSIP di daerah irigasi. Sesuai dengan tujuan pendampingan yaitu :
- Memperkuat Organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pembentukan, Pengembangan, dan penataan organisasi secara partisipatif dan demokratis sesuai pilihan dan kebutuhannya
- Membangun Mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek pengelolaan sumber daya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama
- Meningkatkan kemampuan teknis, kelembagaan dan ekonomi organisasi P3A/GP3A/IP3A serta pengembangan badan hukum
- Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dalam penyusunan dana pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata Operasi jaringan irigasi
- Meningkatkan partisipasi organisasi pemakai air dalam PPSIP di jaringan primer dan sekunder
- Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader-kader pertanian di lahan beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSIP
- Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan pemerintah, pemerintah Daerah, komiisi irigasi, kelompok pendamping lapangan (KPL)

3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah potret gambaran awal di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib serta proses pendampingan oleh TPM serta dapat menyajikan beberapa informasi/data yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan atau pembentukan organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pengembangan dan pengelolaan irigasi secara lebih mandiri, partisipatif dan berkelanjutan.

4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan ini mencakup :
Waktu : Bulan Juni Tahun 2009
Wilayah Kerja : Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib salah satu Daerah Irigasi yang kewenangan pengelolaannya dilaksanakan oleh Kabupaten Cianjur, yang meliputi luas areal 813 Ha yang terletak di kecamatan Sukaluyu Cianjur
Materi : Gambaran Awal Daerah / Verifikasi Lapangan D.I Cipanyusuhan/Citalib



B. URAIAN KEGIATAN
1. Gambaran Umum Daerah Irigasi
Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib terletak di Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur dan jarak dari pusat kota + 10 Km dan bisa ditempuh oleh roda empat 8 Km dan 2 Km oleh roda 2.
Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib mengairi sawah dengan luas 813 Ha yaitu :
1. Desa Mekarjaya Luas 103 Ha
2. Desa Sukaluyu Luas 118 Ha
3. Desa Cipanyusuhan 355 Ha
4. Desa Sukamulya 237 Ha
Dibangun sejak jaman Belanda tahun 1929 M diperbaiki oleh Pemerintah Indonesia setelah Kemerdekaan tahap 1 tahun 1960, tahap 2 tahun 1974 dan perbaikan terakhir dilaksanakan sekitar tahun 1995 dan bendung ini masih mampu melayani petani dalam kebutuhannya.

2. Profil Sosio Ekonomi Teknis dan Kelembagaan
a. Profil Sosio Ekonomi
1. Kondisi Sosial
Keberagaman Status kepemilikan lahan di daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib dapat dilihat dari status petaninya yang terdiri dari petani pemilik, pemilik penggarap, dan petani penggarap.




Tabel 1. Status Petani
NO STATUS PETANI PROSENTASE (%)
1 Pemilik 20
2 Pemilik Penggarap 60
3 Penggarap 20
Jumlah 100
Sumber : hasil survey dan wawancara dengan Mantri Cai D.I. Cipanyusuhan/Citalib


Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah petani yang memiliki lahan sekaligus menggarap lahannya sekitar 60% dari total lahan garapan sementara prosentase penggarap dengan kepemilikian lahan 20 % dimiliki masyarakat Cugenang dan 20 % dimiliki oleh masyarakat diluar Kecamatan Sukaluyu Cianjur

2. Kondisi Ekonomi

Tabel 2.
Data Pertanian Padi yang dilayani
D.I. Cipanyusuhan/Citalib

N
O Desa LUAS RATA2
PRODUKSI
(TON)
Tanam Panen
1 Mekarjaya 175 171 754
2 Cipanyusuhan 215 210 1050
3 Sukaluyu 201 200 980
4 Sukamulya 190 185 800
Sumber : Analisa Perkiraan Hasil Pengolahan Data bersama Mantri Cai/P3A

Tingkat pendapatan petani Daerah Irigasi Cipnyusuhan/Citalib tergolong menengah karena disamping dekat dengan wilayah pemasaran dan pusat kota juga disumbang oleh tingkat pendidikan serta sarana informasi yang lebih memadai.

3. Profil Teknis
Jaringan irigasi yang berada di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib perkiraan jarak dari hulu ke hilir skitar 8 Km dari Saluran Induk Cipanyusuhan masuk ke Sekunder Tipar kemudian Sekunder Pasir Muncang dan Induk Citalib.
Saluran irigasi bangunan / nomenklatur diantaranya yaitu :
1. Induk Cipanyusuhan dengan luas 103 Ha sadapnya antara lain :
a. Sadap BCPH 1
b. Sadap BCPH 2
c. Sadap BCPH 3 Kiri
d. Sadap BCPH 3 Kanan
e. Sadap BCPH 4
f. Sadap BCPH 5
g. Sadap BCPH 6
2. Sekunder Tpar dengan luas 118 Ha sadapnya antara lain :
a. Sadap TPR 1 kiri
b. Sadap TPR 1 kanan
3. Sekunder Pasir Muncang denga luas 355 Ha sadapnya antara lain :
a. Sadap PMC 1
b. Sadap PMC 2
c. Sadap PMC 3
d. Sadap PMC 4
e. Sadap PMC 5
f. Sadap PMC 6
g. Sadap PMC 7 Kiri
h. Sadap PMC 7 Kanan
i. Sadap PMC 8
j. Sadap PMC 9
k. Sadap PMC 10 Kiri
l. Sadap PMC 10 Kanan
4. Induk Citalib dengan luas 813 Ha dengan sadapnya antara lain :
a. Sadap CTL 1
b. Sadap CTL 2
c. Sadap CTL 3
d. Sadap CTL 4
e. Sadap CTL 5
f. Sadap CTL 6
Tabel 3
Layanan D.I. Cisarua II/Leuwi Jubleg
N
O Desa LUAS LAYANAN
Ha
1 Desa Mekarjaya 103 Ha
2 Desa Sukaluyu 118 Ha
3 Desa Cipanyusuhan 355 Ha
4 Desa Sukamulya 237 Ha
JUMLAH 813 Ha
Sumber : Cadin Wilayah I Cianjur


4. Profil Kelembagaan
Untuk kelembagaan di Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib sangat perlu adanya pembenahan, dikarenakan GP3A Mitra Cai yang telah dibentuk tidak berjalan sedangkan P3A seakan tidak ada induk untuk mengarahkannya, maka oleh sebab itu perlu adanya pemilihan kembali GP3A harus segera dilaksanakan.
Kepengurusan terdahulu antara lain :





STRUKTUR ORGANISASI GP3A TERDAHULU

Daerah Irigasi : Cipanyusuhan/Citalib
Sumber Air : Kali Cianjur
Luas Areal : 813 Ha.
Desa : Mekarjaya, Panyusuhan, Sukaluyu dan Sukamulya
Ketua : H. Hilman
Sekretaris : Tolib
Bendahara : Uloh
Anggota : Wawan

Disamping itu Susunan Pengurus P3A sudah terbentuk anatar lain :
1. Pengurus P3A Desa Mekar Jaya yaitu Ukas
2. Pengurus P3A Desa Panyusuhan yaitu H. Dayat
3. Pengurus P3A Desa Sukaluyu yaitu Endang
4. Pengurus P3A Desa Sukamulya yaitu Nono

Susunan pengurus lainnya selain Ketua belum teridentifikasi berhubung pelaksanaan verifikasi lapangan awal pendampingan mulai pada akhir bulan Juni 2009 legalitas P3A belum ada serta pemberdayaan kelembagaan tidak ada sama sekali. Untuk itu dibutuhkan upaya yang lebih nyata lagi agar terwujud sebuah lembaga/organisasi yang mandiri serta dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pelaksanaan pengolalaan irigasi partisipatif.

PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF SOLUSI
1. Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan dalam pengelolaan Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib adalah :
1. Tidak berjalannya organisasi GP3A, dikarenakan tidak adanya kepercayaan dari P3A
2. Tidak ada nya dana BOP sehingga tidak maksimalnya pemeliharaan irigasi
3. P3A yang sudah ada tidak berjalan dikarenakan GP3A yang ada tidak berjalan
2. Alternatif Solusi.
Beberapa solusi yang dapat kita coba rencanakan adalah :
1. Inventarisasi beberapa P3A yang sudah ada namun tidak aktif, serta membentuk kembali GP3A yang disepakati
2. Adanya Badan Hukum yang memperkuat peran P3A/GP3A


KESIMPULAN
a. Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib Bendungnya cukup baik dan kondisi jaringan saat ini memprihatinkan, banyaknya kerusakan
b. Kehidupan para Petani penerima manfaat irigasi teknis ini sangat beragam, namun sebagian besar baik, dapat terlihat hampir 60 % adalah Petani Pemilik-Penggarap.
c. Untuk kelembagaan pengelolaan irigasi tidak berjalan, perlu diorganisir dan dibangkitkan kembali agar lebih terencana, tertata dan lebih memberikan dampak bagi petani itu sendiri.
Laporan ini merupakan gambaran pendampingan TPM di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib dan dalam pemberdayaan organisasi P3A/GP3A perlu adanya perubahan yang signifikan sehingga pola organisasi yang ada bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Demikian laporan ini dibuat , semoga apa yang telah saya gambarkan diatas dapat memberikan pemahaman bagi seluruh stakeholders WISMP sehiungga dapat melahirkan beberapa kebijakan yang dapat mempercepat terwujudnya tujuan dari program ini.


Cianjur, Juni 2009
Tenaga Pendamping Masyarakat
D.I Cipanyusuhan/Citalib



Yudi Hermawan

Gambaran Umum Daerah Irigasi Panyusuhan

1. Gambaran Umum Daerah Irigasi
Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib terletak di Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur dan jarak dari pusat kota + 10 Km dan bisa ditempuh oleh roda empat 8 Km dan 2 Km oleh roda 2.
Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib mengairi sawah dengan luas 813 Ha yaitu :
1. Desa Mekarjaya Luas 103 Ha
2. Desa Sukaluyu Luas 118 Ha
3. Desa Cipanyusuhan 355 Ha
4. Desa Sukamulya 237 Ha
Dibangun sejak jaman Belanda tahun 1929 M diperbaiki oleh Pemerintah Indonesia setelah Kemerdekaan tahap 1 tahun 1960, tahap 2 tahun 1974 dan perbaikan terakhir dilaksanakan sekitar tahun 1995 dan bendung ini masih mampu melayani petani dalam kebutuhannya.